Es gilt ein Mindestbestellwert von 40,- € (Brutto-Warenwert ohne Versandkosten nach Abzug eventueller Warenrabatte).

BITTE BEACHTEN: Seit dem 01.01.23 verkaufen wir ausschließlich an Unternehmer, Gewerbetreibende, Freiberufler und öffentliche Einrichtungen. Wir verkaufen nicht mehr an Verbraucher i.S.d. § 13 BGB!

+49 (0) 7243 60595-0

Kontakt- / Feedbackformular
Öffnungszeiten:
Mo-Do bis 17:00 Uhr, Fr bis 15:00 Uhr
Artikel im Warenkorb:0
Gesamtsumme:0,00 €

Lokasi:
Malam itu berlangsung di sebuah ryokan (penginapan tradisional Jepang) yang terletak di kaki Gunung Koya, Nara. Dinding kayu berukir, tatami yang lembut, serta aroma kayu cedar menciptakan suasana tenang, jauh dari gemerlap kota. menghabiskan malam bersama kakak iparku rena fukiishi best

Waktu:
Malam tanggal 8 Maret 2026, ketika musim semi baru saja menyapa. Udara sejuk namun tidak menembus, memungkinkan para tamu untuk membuka jendela dan menyambut bisikan angin yang membawa aroma sakura yang mulai mekar.


Menjelang tengah malam, percakapan kami melambat. Kami berdua menikmati keheningan yang sama—kadang diisi musik lembut dari speaker tua di sudut ruang, kadang hanya bunyi jam yang berdetak. Rena membuka beberapa album foto lama dan kami melihat gambar-gambar masa kecil bersama keluarga. Kenangan itu memantik rasa hangat dan juga sedikit pilu saat mengingat orang yang sudah tiada. Lokasi: Malam itu berlangsung di sebuah ryokan (penginapan

Di balik sorotan panggung dan lampu sorot yang menyilaukan, ada sisi lain dari para artis yang jarang terlihat: momen kebersamaan yang sederhana, hangat, dan penuh tawa. Salah satu contoh paling mengesankan adalah malam yang dihabiskan bersama Rena Fukiishi, yang akrab disapa “kakak” oleh penggemar IPARK. Bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah pengalaman yang menampilkan kepribadian, nilai-nilai, dan budaya yang mempengaruhi generasi muda Jepang serta komunitas internasional.


Di sela-sela obrolan serius, kami tertawa ketika mengingat kejadian memalukan di reuni keluarga, dan Rena dengan cepat meniru gaya bicariku saat aku gugup — membuat kami berdua terkikik. Tawa itu membangun kembali keakraban yang tak selalu muncul di antara keluarga besar. Ia juga menunjukkan perhatian kecil: mengambilkan selimut saat aku menggigil, atau menanyakan apakah aku sudah makan cukup. Gestur sederhana yang terasa begitu berarti. Menjelang tengah malam, percakapan kami melambat

| Waktu | Kegiatan | Detail | |-------|----------|--------| | 18.00 | Sambutan Teh Hijau | Rena menyiapkan matcha tradisional menggunakan chasen (alat pengocok bambu). Ia menjelaskan filosofi “ichigo ichie” — momen yang tidak akan terulang, mengajak semua orang untuk menghargai tiap tegukan. | | 19.00 | Makan Malam Kaiseki | Menu terdiri dari sashimi segar, sup miso, tempura sayuran, dan wagashi (kue tradisional). Rena bercerita tentang asal‑usul setiap hidangan, menekankan pentingnya penggunaan bahan lokal dan musiman. | | 20.30 | Workshop Ikebana Mini | Setiap peserta menerima vas kecil, bunga camellia, dan daun plum. Rena memandu langkah demi langkah, mengajarkan prinsip “shibumi” — keindahan dalam kesederhanaan. | | 21.30 | Sesi Karaoke & Cerita | Setelah menyanyikan lagu-lagu hits IPARK, Rena mengungkapkan anekdot masa kecilnya: bagaimana ia belajar menulis kaligrafi dengan ayahnya di kebun bambu keluarga. | | 22.30 | Malam Refleksi di Teras | Di bawah cahaya bulan, semua duduk melingkar, menuliskan harapan mereka pada secarik kertas washi yang kemudian dibakar dalam bonfire kecil. Rena menutup dengan kutipan: “Kita semua adalah cahaya bagi satu sama lain.” |