Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan is not a ritual to be locked in a glass cabinet or read only during funerals. It is a living, breathing dialogue with the Creator. By reciting the 1,000 names, you are not just listing adjectives; you are acknowledging that every aspect of your life—from the Rahman (Mercy) that gives you breath to the Muntaqim (Avenger) that warns you against sin—is under His control.
Whether you are battling anxiety, seeking a spouse, recovering from betrayal, or simply wanting to feel closer to Allah, put on this Jawsyan (armor) every Friday night or every morning.
Final Prayer (from Chapter 100): "Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka. Masukkanlah kami ke dalam surga-Mu tanpa hisab (perhitungan) dan tanpa azab."
Aamiin, Ya Rabbal Alamin.
Article optimized for the keyword: "Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan" – intended for Islamic education, spiritual growth, and religious practice.
Doa Jawsyan Kabir: Sebuah Permohonan Ampunan dan Bimbingan
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan dan kesulitan. Untuk menghadapi hal tersebut, kita membutuhkan bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT. Salah satu cara untuk memohon bimbingan dan perlindungan tersebut adalah dengan membaca doa Jawsyan Kabir.
Apa itu Doa Jawsyan Kabir?
Doa Jawsyan Kabir adalah sebuah doa yang sangat populer di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia. Doa ini dibaca pada saat-saat tertentu, seperti pada malam hari atau saat menghadapi kesulitan. Doa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, karena di dalamnya terkandung permohonan ampunan, bimbingan, dan perlindungan dari Allah SWT.
Teks Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan
Berikut adalah teks doa Jawsyan Kabir beserta terjemahannya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَجَدُ وَأَحَافِظُ وَأَخَافُ وَأَحْذَرُ وَمِنْ شَرِّ مَا يُؤْذِي وَيُنِيفُ وَيَضُرُ وَيَغْلِبُ وَيَغْلَظُ وَيَشُمُ وَيَعْضُ وَيَشْفَعُ وَيَرْفَعُ وَيَلُوذُ وَيَلِفُ وَيَعِثُ وَيَرِثُ وَيَضِلُ وَيَخِفُ وَيَرجِعُ وَيَنقَضي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَن لَهُ حَولٌ وَلَيسَ لَهُ مَضَرٌ وَمِنْ شَرِّ مَن لَهُ مَضَرٌ وَلَيسَ لَهُ حَولٌ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ ذِي شَخصٍ يَؤذيني بِشَخصِهِ وَمِنْ شَرِّ ذِي نَظرٍ يَظلَمُني بِبَصَرِهِ وَمِنْ شَرِّ ذِي يَدٍ تَضُرُني بِكَفِّهِ وَمِنْ شَرِّ ذِي لِسانٍ يَسُبُّني بِفُؤادِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ ذِي فُؤادٍ يُضِلُّني وَمِنْ شَرِّ ذِي جِنانٍ يَحْصُرُني وَمِنْ شَرِّ ذِي عَقلٍ يَغلِبُني وَمِنْ شَرِ' ذِي غَيرٍ يَشتمُ أَعْرَضي
Terjemahan:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang aku temui dan apa yang aku waspadai, dari kejahatan apa yang menyakiti dan merugikan, dari kejahatan apa yang menindas dan menghancurkan, dari kejahatan apa yang berani dan sombong, dari kejahatan apa yang memukul dan melukai, dari kejahatan apa yang bersaksi dan mengangkat, dari kejahatan apa yang membela dan mempertahankan, dari kejahatan apa yang mengajak dan memimpin, dari kejahatan apa yang berbuat zalim dan kufur, dari kejahatan apa yang lemah dan tak berdaya.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan orang yang memiliki kekuatan tapi tidak memiliki batasan, dan dari kejahatan orang yang memiliki batasan tapi tidak memiliki kekuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan orang yang memiliki fisik yang menyakiti aku dengan fisiknya, dari kejahatan orang yang memiliki penglihatan yang berbuat zalim kepada aku dengan pandangannya, dari kejahatan orang yang memiliki tangan yang merugikan aku dengan tangannya, dari kejahatan orang yang memiliki lidah yang mencaci aku dengan hatinya.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan orang yang memiliki hati yang menyesatkan aku, dari kejahatan orang yang memiliki niat yang menghimpit aku, dari kejahatan orang yang memiliki akal yang mengalahkan aku, dan dari kejahatan orang yang memiliki sifat yang menghina dan merendahkan aku."
Keutamaan Doa Jawsyan Kabir
Doa Jawsyan Kabir memiliki beberapa keutamaan, antara lain: doa jawsyan kabir dan terjemahan
Kesimpulan
Doa Jawsyan Kabir adalah sebuah doa yang sangat populer di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia. Doa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, karena di dalamnya terkandung permohonan ampunan, bimbingan, dan perlindungan dari Allah SWT. Dengan membaca doa ini, kita dapat memohon bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT, serta meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada-Nya.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اَللّٰهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِاسْمِكَ يَا اَللّٰهُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيمُ يَا كَرِيمُ يَا مُقَدِّمُ يَا مُؤَخِّرُ يَا اَوَّلُ يَا آخِرُ يَا ظَاهِرُ يَا بَاطِنُ...
(Lalu dilanjutkan dengan pujian-pujian nama Allah)
سُبْحَانَكَ يَا لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَوْثَ الْغَوْثَ الْغَوْثَ خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ
Doa Jawshan al-Kabir terdiri dari 100 pasal (bagian). Setiap pasal berisi pujian kepada Allah dengan sebutan nama-nama-Nya yang indah, diakhiri dengan kalimat permohonan perlindungan. Berikut adalah teks lengkap bagian pembuka (pasal pertama) hingga sampel lanjutannya, disertai terjemahan.
Tidak seperti bacaan harian seperti Al-Fatihah atau Ayat Kursi, Jawsyan Kabir memiliki kisah unik tentang "kelahirannya" di alam spiritual. Menurut tradisi yang diriwayatkan dalam kitab Al-Balad Al-Amin dan Mishbah Al-Anwar, doa ini diciptakan pada malam Isra dan Mi'raj.
Singkat cerita, ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan suci dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, beliau merasa gentar menghadapi kerasnya perjalanan dan beban risalah. Malaikat Jibril kemudian menyampaikan bahwa Allah SWT menghadiahi umat Muhammad sebuah jubah kehormatan berupa doa yang berisi 1000 Nama dan Sifat Allah. Karena bagaikan baju besi yang melindungi tubuh dalam perang, doa ini menawarkan perlindungan dari kejahatan makhluk, kesulitan dunia, dan siksa akhirat.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang membaca doa Jawsyan Kabir ini dengan penuh keyakinan, maka Allah akan memberinya pakaian keimanan, kecintaan, dan kebenaran. Tidaklah seorang hamba membacanya di malam hari, kecuali syaitan akan menjauh dan dijaga dari kebakaran serta tenggelam."
Doa ini sangat populer di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren-pesantren di Indonesia, terutama dibaca pada malam-malam bulan Ramadhan (Pesantren Kilat atau Sholat Tarawih berjamaah) serta dalam acara tahlil dan istighosah kubro.
Arabic:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ
يَا رَحْمَٰنُ – يَا رَحِيمُ – يَا حَلِيمُ – يَا كَرِيمُ – يَا عَظِيمُ – يَا جَبَّارُ – يَا خَالِقُ – يَا بَارِئُ – يَا مُصَوِّرُ – يَا عَلِيمُ
Indonesian:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu:
Wahai Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Santun, Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Pencipta, Maha Pembentuk, Maha Pembuat Rupa, Maha Mengetahui.
English:
O Allah, I ask You by Your name:
O Most Gracious, O Most Merciful, O Forbearing, O Generous, O Magnificent, O Compeller, O Creator, O Originator, O Shaper, O All-Knowing.
Arabic: يَا اَللهُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ يَا كَرِيْمُ يَا مُقِيْمُ يَا عَظِيْمُ يَا قَدِيْمُ يَا عَلِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا حَكِيْمُ Translation Indonesian: Wahai Allah, Wahai Maha Pengasih, Wahai Maha Penyayang, Wahai Maha Mulia, Wahai Maha Berdiri Sendiri, Wahai Maha Agung, Wahai Maha Awal (Qadim), Wahai Maha Mengetahui, Wahai Maha Santun, Wahai Maha Bijaksana.
Doa Jawsyan Kabir adalah salah satu doa paling agung dalam tradisi Islam yang secara harfiah berarti "Pelindung Dada yang Besar"
. Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan manifestasi dari 1001 nama dan sifat Allah SWT yang diyakini sebagai perisai spiritual bagi umat Muslim. Walisongo Repository 1. Asal-Usul dan Sejarah "Sang Perisai" Menurut riwayat, doa ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril Nabi Muhammad SAW Doa Jawsyan Kabir dan Terjemahan is not a
. Peristiwa ini terjadi di tengah medan peperangan yang sangat berat, di mana Jibril turun membawa pesan agar Rasulullah mengenakan "Jawsyan" (perisai) spiritual ini sebagai perlindungan bagi beliau dan umatnya. Repository IAIN Kediri 2. Struktur dan Isi Kandungan Doa ini memiliki susunan yang sangat sistematis dan indah: 100 Bait Utama : Terdiri dari 100 bagian atau bait. 1001 Nama Allah
: Setiap bait mengandung sekitar 10 nama atau sifat Allah yang berbeda, mulai dari Al-Rahman (Maha Pengasih) hingga Al-Kabir (Maha Besar). Refrain (Penutup Setiap Bagian)
: Setiap kali menyelesaikan satu bait, pembaca mengulang kalimat permohonan perlindungan:
"Subhânaka yâ lâ ilâha illâ Anta alghawts-alghawts khallishnâ minan nâri yâ râbb"
(Maha Suci Engkau, tiada Tuhan kecuali Engkau, tolonglah kami, selamatkan kami dari api neraka). Walisongo Repository 3. Keutamaan dan Manfaat Spiritual
Banyak ulama menyebutkan berbagai fadhilah bagi mereka yang mengamalkannya dengan tulus: Perlindungan Total : Diyakini sebagai benteng dari bahaya dunia dan akhirat. Pahala Ramadhan : Sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam Lailatul Qadar Kesembuhan & Ketenangan
: Digunakan sebagai sarana memohon kesembuhan dari penyakit dan ketenangan batin. Penjaga Rumah
: Tradisi menyebutkan bahwa menuliskan doa ini dan meletakkannya di rumah dapat melindunginya dari pencurian atau musibah kebakaran. 4. Terjemahan dan Makna Penting
Doa Jawsyan Kabir (atau Jawshan Kabir) adalah salah satu doa paling agung dalam tradisi Islam yang berisi 1.000 Nama dan Sifat Allah . Nama "Jawsyan Kabir" secara harfiah berarti "Baju Besi Besar"
, melambangkan perlindungan spiritual yang kuat bagi pembacanya.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai sejarah, struktur, dan teks doa tersebut. 🛡️ Mengenal Jawsyan Kabir Doa ini terdiri dari
(bab), di mana setiap pasalnya mengandung 10 nama Allah. Total terdapat 1.000 nama suci yang digunakan untuk memuji dan memohon kepada-Nya. Asal-Usul:
Diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril menyampaikan doa ini kepada Nabi Muhammad SAW saat sebuah peperangan, sebagai pengganti baju besi fisik yang berat.
Digunakan sebagai wasilah untuk perlindungan dari kemalangan, ampunan dosa, dan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta. Waktu Utama: Sangat populer dibaca pada malam-malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. 📖 Struktur & Teks Utama
Setiap pasal diakhiri dengan kalimat pujian dan permohonan keselamatan yang sama. Berikut adalah contoh teks untuk Pasal 1 (Pembuka) Teks Arab:
اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ بِاسْمِكَ يَا اَللّٰهُ، يَا رَحْمٰنُ، يَا رَحِيْمُ، يَا كَرِيْمُ، يَا مُقِيْمُ، يَا عَظِيْمُ، يَا قَدِيْمُ، يَا عَلِيْمُ، يَا حَلِيْمُ، يَا حَكِيْمُ
Allāhumma innī as’aluka bismika yā Allāh, yā Raḥmān, yā Raḥīm, yā Karīm, yā Muqīm, yā ‘Aẓīm, yā Qadīm, yā ‘Alīm, yā Ḥalīm, yā Ḥakīm. Terjemahan: Article optimized for the keyword: "Doa Jawsyan Kabir
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu; Wahai Allah, Wahai Maha Pengasih, Wahai Maha Penyayang, Wahai Maha Mulia, Wahai Maha Kekal, Wahai Maha Agung, Wahai Maha Terdahulu, Wahai Maha Mengetahui, Wahai Maha Santun, Wahai Maha Bijaksana." Reff (Dibaca di setiap akhir pasal)
سُبْحَانَكَ يَا لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ، الْغَوْثَ الْغَوْثَ، خَلِّصْنَا مِنَ النَّارِ يَا رَبِّ
Subḥānaka yā lā ilāha illā Anta, al-ghawts al-ghawts, khalliṣnā minan-nāri yā Rabb.
"Maha Suci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau. Tolonglah kami, tolonglah kami, selamatkanlah kami dari api neraka, wahai Tuhanku." ✨ Keutamaan Membaca
Berdasarkan berbagai riwayat, berikut adalah beberapa manfaat utama bagi mereka yang mengamalkannya: Perlindungan: Menjadi "perisai" dari bencana dunia dan siksa akhirat. Penghapus Dosa:
Menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa bagi yang membacanya dengan ikhlas. Kabulnya Doa:
Mengingat Allah dengan 1.000 nama-Nya adalah cara terbaik untuk bertawasul. Cahaya di Kubur:
Dikatakan akan memberikan cahaya dan ketenangan bagi pembacanya di alam barzakh. 📥 Sumber Referensi Lengkap
Karena doa ini sangat panjang (100 pasal), Anda dapat mengakses teks lengkap beserta audionya melalui platform berikut: Teks PDF & Terjemahan: Tersedia secara lengkap di Scribd - Doa Jausyan Kabir Aplikasi Mobile: Cari "Jawshan Kabir" di Google Play Store untuk fitur audio per pasal dan penghitung dzikir. Video Panduan: Anda dapat menyimak pelafalan yang benar di Apakah Anda ingin saya menampilkan pasal-pasal spesifik lainnya, atau Anda membutuhkan bantuan untuk mencari versi audio yang paling merdu?
The prayer known as Doa Jawsyan Kabir (The Great Armor) is a profound litany in Islamic spiritual tradition, primarily revered within Shia circles but respected by many across the Muslim world for its universal themes of divine grace. Composed of 100 sections, each containing 10 names or attributes of God, the prayer serves as a comprehensive theological map. The title itself—Jawsyan Kabir—translates to "The Great Armor," reflecting the belief that reciting these names provides a spiritual shield for the believer against worldly and otherworldly hardships.
The structure of the prayer is its most striking feature. With 1,000 unique names and attributes of the Creator, it avoids the repetitive nature of simpler litanies. Instead, it explores the multifaceted relationship between the Divine and the creation. Each section concludes with the refrain: "Subhanaka ya la ilaha illa Anta, al-ghawth, al-ghawth, khallisna min an-nar ya Rabb" (Glory be to Thee, there is no god but Thee, Relief! Relief! Save us from the Fire, O Lord). This rhythmic structure creates a meditative atmosphere, allowing the reciter to move through different emotional landscapes—from awe at God’s majesty to comfort in His mercy.
Translation (terjemahan) plays a vital role in making this prayer accessible to a global audience, including the vast Indonesian-speaking population. While the original Arabic possesses a specific phonetic beauty and rhythmic power, the translation allows practitioners to engage with the intellectual and spiritual depth of the text. For many, reading the "terjemahan" is not merely a linguistic exercise but a bridge to "ma’rifah" (deep knowledge of God). It transforms the prayer from a ritualistic recitation into a conscious dialogue. Indonesian translations often emphasize the "keindahan" (beauty) and "keagungan" (majesty) of Allah, using poetic language that resonates with the local cultural sensibilities of devotion.
The significance of Jawsyan Kabir is most visible during the holy month of Ramadan, specifically during the nights of Laylat al-Qadr. It is believed that the Archangel Gabriel brought this prayer to the Prophet Muhammad during a battle, offering it as a protection superior to physical armor. In a modern context, this "protection" is interpreted psychologically and spiritually. By focusing on the 1,000 names, the believer is encouraged to reflect on their own character and strive to embody divine virtues like patience, justice, and compassion.
In conclusion, Doa Jawsyan Kabir is more than a sequence of words; it is a spiritual fortress. Through its extensive list of names and its accessible translations, it provides a structured way for the faithful to contemplate the infinite nature of the Divine. Whether recited for protection, for forgiveness, or simply as an act of meditation, it remains a cornerstone of Islamic devotional literature, bridging the gap between the human heart and the majesty of the Creator.
Information on the historical origins and the story of the Archangel Gabriel?
A list of recommended Indonesian translations or apps to study the text?
Berikut adalah konten lengkap mengenai Doa Jawshan al-Kabir, mencakup pengertian, keutamaan, teks Arab, transliterasi, dan terjemahan bahasa Indonesia.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maha Suci Engkau ya Allah, ya Allah curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga beliau. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkaulah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena bagi-Mu segala puji ketika Engkau ada karenanya, dan aku memohon kepada-Mu karena bagi-Mu segala puji yang dicintai oleh hatimu, …