Mitos: Bertindik = tidak religius atau "alay".
Fakta: Tidak ada dalil yang secara spesifik melarang tindik telinga atau hidung bagi wanita, selama tidak meniru kaum tertentu yang diharamkan dan tidak membahayakan tubuh. Banyak ulama membolehkan tindik telinga karena sudah menjadi adat (kebiasaan) di berbagai budaya, termasuk Timur Tengah.
Yang perlu diperhatikan:
| Kesempatan | Hijab | Outfit | Tindik yang Disarankan | |---|---|---|---| | Kantor / Formal | Hijab satin warna netral (hitam/abu) | Blazer tailored + celana panjang | Anting kelopak simple (gold/silver) | | Kumpul Teman / Kasual | Hijab pashmina motif floral | T‑shirt oversize + denim | Anting hoop kecil + stud hidung | | Acara Malam / Party | Hijab chiffon berwarna jewel (emerald, ruby) | Dress mini berpotongan A-line | Tindik kelopak dengan batu kristal + tindik dahi kecil | | Acara Keagamaan / Pengajian | Hijab linen atau katun polos | Kaftan panjang berwarna pastel | Anting kelopak minimalis, hindari tindik wajah yang mencolok | Mitos: Bertindik = tidak religius atau "alay"
Gambar 1: Maya dengan hijab putih, anting kelopak berlapis emas, dan stud septum kristal kecil yang bersinar di cahaya matahari. Gambar 1: Maya dengan hijab putih, anting kelopak
Wanita kedua tampil lebih berani: tindik hidung (nostril). Ia menggunakan fake ring (bagi yang belum memberanikan diri menusuk asli) dengan hijab instan bergo motif kotak-kotak. Wanita kedua tampil lebih berani: tindik hidung (nostril)
Kenapa ini menarik? Tindik hidung justru menonjolkan bentuk wajah dan membuat sorotan ke area mata dan hidung—bukan ke dada atau aurat. Selama hijab menutup sempurna, aksesori ini jadi statement piece yang unik.
"Awalnya takut dinilai norak, tapi setelah mencoba, banyak teman malah bertanya di mana saya membeli tindik imitasi itu. Ini cara saya mengekspresikan diri tanpa melanggar batasan," ujar salah satu narasumber.