Skip to Main Content
contoh soal olimpiade sejarah sma

Contoh Soal Olimpiade | Sejarah Sma

Sebelum membahas contoh soal, kenali dulu tiga karakteristik utama soal olimpiade:

Berikut adalah kumpulan contoh soal yang terbagi dalam beberapa babak: Praaksara, Hindu-Buddha, Islam, Kolonial, Pergerakan Nasional, Revolusi, hingga Sejarah Dunia.


| Difficulty | Strategy | | :--- | :--- | | Level 1 (Easy) | Eliminate obvious factual errors (wrong dates, wrong names). | | Level 2 (Medium) | Look for the cause-and-effect chain. Avoid answers with absolute words like "always" or "never". | | Level 3 (Hard) | If a question gives a primary source, ask: Who benefits from this document? Who wrote it? What is missing? | | Level 4 (Final Round) | Think like a historian, not a student. The correct answer often challenges common nationalistic myths or highlights complexity. |


Soal 5
Baca teks berikut:
"...Sebab itu kita harus menginsyafi, bahwa tidak ada suatu bangsa yang dapat mencapai derajat yang tinggi, jika tidak merdeka, dan tidak ada suatu bangsa yang dapat menjadi besar jika tidak bersatu..." (Soekarno, 1928)

Pernyataan tersebut mencerminkan ideologi...
A. Marxisme
B. Nasionalisme
C. Islamisme
D. Fasisme
E. Liberalisme contoh soal olimpiade sejarah sma

Jawaban: B
Pembahasan: Pidato tersebut menekankan kemerdekaan dan persatuan bangsa, inti dari paham nasionalisme.

Soal 6
Perlawanan Pattimura (Thomas Matulessy) di Saparua (1817) berbeda dengan perlawanan Diponegoro (1825-1830) dalam hal...
A. Latar belakang agama
B. Sifat perlawanan (spontan vs terencana)
C. Tokoh yang terlibat dari kalangan bangsawan
D. Bentuk taktik gerilya
E. Keterlibatan tokoh wanita

Jawaban: B
Pembahasan: Perlawanan Pattimura relatif spontan karena kekecewaan terhadap kebijakan monopoli dan kerja rodi (reaverij) VOC. Sementara Perlawanan Diponegoro sangat terencana dengan strategi perang gerilya yang matang.


Soal 6 (Analisis Teks) Bacalah kutipan berikut: Sebelum membahas contoh soal, kenali dulu tiga karakteristik

"Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia." (Sumpah Pemuda, 1928)

Jika dianalisis dengan teori nasionalisme Benedict Anderson (komunitas terbayang), frase "mengakoe berbangsa jang satoe" merupakan bentuk…

A. Deklarasi politik untuk mendirikan negara baru. B. Penolakan terhadap sistem feodal dan kolonial. C. Imajinasi kolektif yang menyatukan ribuan suku menjadi satu identitas. D. Keterpaksaan elit Jawa terhadap daerah lain. E. Strategi diplomasi menghadapi Belanda.

Pembahasan: Benedict Anderson menjelaskan bahwa bangsa tercipta karena "imajinasi" bersama melalui media dan bahasa. Sumpah Pemuda adalah contoh sempurna dari pembentukan komunitas terbayang. Jawaban: C. Berikut adalah kumpulan contoh soal yang terbagi dalam

Soal 7 (Soal Penalaran) Perbedaan mendasar antara Sarekat Islam (SI) dengan Indische Partij (IP) dalam perjuangan melawan kolonialisme terletak pada…

A. SI menggunakan pendekatan kooperatif, IP non-kooperatif. B. SI berbasis agama, IP berbasis nasionalisme sekuler dan lintas etnis. C. SI bergerak di bidang ekonomi, IP di bidang pendidikan. D. SI didukung petani, IP didukung bangsawan. E. SI berpusat di Surabaya, IP di Bandung.

Pembahasan: SI awalnya lebih pada ekonomi dan syiar Islam (meskipun kemudian politis), sementara IP (Douwes Dekker dkk) secara eksplisit mengusung nasionalisme langsung dan non-kooperatif. Jawaban: B.


Soal 5 (Perbandingan) Kesultanan Aceh, Mataram Islam, dan Makassar memiliki pola hubungan yang berbeda dengan VOC. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan strategi ketiga kesultanan tersebut menghadapi VOC?

A. Aceh kooperatif, Mataram ofensif, Makassar isolasi. B. Aceh bertahan melalui perdagangan dan agama, Mataram konflik total, Makassar dualisme. C. Ketiganya sama-sama melakukan perlawanan fisik sejak awal. D. Aceh menjalin aliansi dengan Inggris, Mataram dengan Portugis, Makassar dengan Spanyol. E. Mataram tunduk secara total, sementara Aceh dan Makassar membangkang.

Pembahasan: Aceh menggunakan kekuatan ekonomi dan jaringan ulama (Perang Aceh terjadi di abad 19, bukan abad 17 awal). Mataram di masa Sultan Agung melakukan penyerangan ke Batavia. Makassar (Gowa-Tallo) melakukan perjanjian Bongaya setelah kalah. Jawaban yang paling sesuai: E (dengan catatan Mataram di masa Amangkurat I memang tunduk, meski sebelumnya tidak). Atau jawaban B adalah yang paling umum diterima dalam historiografi.


Contoh Soal Olimpiade | Sejarah Sma

Sebelum membahas contoh soal, kenali dulu tiga karakteristik utama soal olimpiade:

Berikut adalah kumpulan contoh soal yang terbagi dalam beberapa babak: Praaksara, Hindu-Buddha, Islam, Kolonial, Pergerakan Nasional, Revolusi, hingga Sejarah Dunia.


| Difficulty | Strategy | | :--- | :--- | | Level 1 (Easy) | Eliminate obvious factual errors (wrong dates, wrong names). | | Level 2 (Medium) | Look for the cause-and-effect chain. Avoid answers with absolute words like "always" or "never". | | Level 3 (Hard) | If a question gives a primary source, ask: Who benefits from this document? Who wrote it? What is missing? | | Level 4 (Final Round) | Think like a historian, not a student. The correct answer often challenges common nationalistic myths or highlights complexity. |


Soal 5
Baca teks berikut:
"...Sebab itu kita harus menginsyafi, bahwa tidak ada suatu bangsa yang dapat mencapai derajat yang tinggi, jika tidak merdeka, dan tidak ada suatu bangsa yang dapat menjadi besar jika tidak bersatu..." (Soekarno, 1928)

Pernyataan tersebut mencerminkan ideologi...
A. Marxisme
B. Nasionalisme
C. Islamisme
D. Fasisme
E. Liberalisme

Jawaban: B
Pembahasan: Pidato tersebut menekankan kemerdekaan dan persatuan bangsa, inti dari paham nasionalisme.

Soal 6
Perlawanan Pattimura (Thomas Matulessy) di Saparua (1817) berbeda dengan perlawanan Diponegoro (1825-1830) dalam hal...
A. Latar belakang agama
B. Sifat perlawanan (spontan vs terencana)
C. Tokoh yang terlibat dari kalangan bangsawan
D. Bentuk taktik gerilya
E. Keterlibatan tokoh wanita

Jawaban: B
Pembahasan: Perlawanan Pattimura relatif spontan karena kekecewaan terhadap kebijakan monopoli dan kerja rodi (reaverij) VOC. Sementara Perlawanan Diponegoro sangat terencana dengan strategi perang gerilya yang matang.


Soal 6 (Analisis Teks) Bacalah kutipan berikut:

"Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia." (Sumpah Pemuda, 1928)

Jika dianalisis dengan teori nasionalisme Benedict Anderson (komunitas terbayang), frase "mengakoe berbangsa jang satoe" merupakan bentuk…

A. Deklarasi politik untuk mendirikan negara baru. B. Penolakan terhadap sistem feodal dan kolonial. C. Imajinasi kolektif yang menyatukan ribuan suku menjadi satu identitas. D. Keterpaksaan elit Jawa terhadap daerah lain. E. Strategi diplomasi menghadapi Belanda.

Pembahasan: Benedict Anderson menjelaskan bahwa bangsa tercipta karena "imajinasi" bersama melalui media dan bahasa. Sumpah Pemuda adalah contoh sempurna dari pembentukan komunitas terbayang. Jawaban: C.

Soal 7 (Soal Penalaran) Perbedaan mendasar antara Sarekat Islam (SI) dengan Indische Partij (IP) dalam perjuangan melawan kolonialisme terletak pada…

A. SI menggunakan pendekatan kooperatif, IP non-kooperatif. B. SI berbasis agama, IP berbasis nasionalisme sekuler dan lintas etnis. C. SI bergerak di bidang ekonomi, IP di bidang pendidikan. D. SI didukung petani, IP didukung bangsawan. E. SI berpusat di Surabaya, IP di Bandung.

Pembahasan: SI awalnya lebih pada ekonomi dan syiar Islam (meskipun kemudian politis), sementara IP (Douwes Dekker dkk) secara eksplisit mengusung nasionalisme langsung dan non-kooperatif. Jawaban: B.


Soal 5 (Perbandingan) Kesultanan Aceh, Mataram Islam, dan Makassar memiliki pola hubungan yang berbeda dengan VOC. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan strategi ketiga kesultanan tersebut menghadapi VOC?

A. Aceh kooperatif, Mataram ofensif, Makassar isolasi. B. Aceh bertahan melalui perdagangan dan agama, Mataram konflik total, Makassar dualisme. C. Ketiganya sama-sama melakukan perlawanan fisik sejak awal. D. Aceh menjalin aliansi dengan Inggris, Mataram dengan Portugis, Makassar dengan Spanyol. E. Mataram tunduk secara total, sementara Aceh dan Makassar membangkang.

Pembahasan: Aceh menggunakan kekuatan ekonomi dan jaringan ulama (Perang Aceh terjadi di abad 19, bukan abad 17 awal). Mataram di masa Sultan Agung melakukan penyerangan ke Batavia. Makassar (Gowa-Tallo) melakukan perjanjian Bongaya setelah kalah. Jawaban yang paling sesuai: E (dengan catatan Mataram di masa Amangkurat I memang tunduk, meski sebelumnya tidak). Atau jawaban B adalah yang paling umum diterima dalam historiografi.