Bunga Terakhir Buat Alfi -

Buku ini mengajak pembaca merenungkan: "Kalau kamu tahu besok adalah hari terakhirmu, apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Kematian digambarkan bukan sebagai akhir yang menakutkan, melainkan sebagai deadline untuk menjadi manusia yang utuh.

Sebuah penerbit indie menerbitkan Bunga Terakhir buat Alfi: 33 Cerita Tentang Melepas dalam Diam. Buku itu menjadi best seller lokal dalam dua pekan, mengalahkan buku-buku self-help percintaan yang biasanya berisi cara memenangkan hati seseorang. Ironis, karena buku ini justru mengajarkan cara kalah dengan anggun. bunga terakhir buat alfi


Bunga mekar hanya beberapa hari. Ia wangi, memukau, tetapi pasti layu. Dalam konteks “Bunga Terakhir buat Alfi,” si pengirim sebenarnya sedang berkata: “Cintaku seindah dan serapuh bunga ini. Dan setelah ini, aku tidak akan lagi mencoba menghidupkan sesuatu yang memang sudah waktunya mati.” Buku ini mengajak pembaca merenungkan: "Kalau kamu tahu

Ini kontras dengan simbol cinta populer lainnya seperti cincin atau surat. Cincin abadi; surat bisa disimpan. Bunga mengajarkan keikhlasan melalui pembusukan. Memberi bunga terakhir berarti memberi izin pada diri sendiri untuk melihat cinta membusuk, lalu pergi. Bunga mekar hanya beberapa hari

Please accept cookies to help us improve this website Is this OK? Yes No More on cookies »